Sahabatku yang baik hatinya,
katakanlah ini sebagai kalimatmu sendiri …
Tuhanku Yang Maha Penyayang,
Terima kasih atas pengertian indah yang kudapat hari ini,
bahwa …
Satu-satunya cara untuk hidup diliputi oleh kasih sayang, adalah menyayangi mereka yang
meliputiku.
Maafkanlah aku yang sering lebih memperhatikan mereka yang jauh dan yang tidak akan menolongku jika aku jatuh atau gagal.
Aku sering lupa bahwa keluarga adalah sebaik-baiknya tempat
pulang.
Dan tujuan dari semua keberhasilan, adalah pulang ke rumah dalam perasaan
damai.
Tuhan, berkatilah kesungguhanku hari ini untuk menjadi pribadi yang lebih penyayang, yang
memperlakukan keluarga dan sesama dengan penuh hormat.
Semoga dengannya, Engkau memerintahkan kehidupan ini
untuk berlaku penuh hormat juga kepadaku.
Aamin. (MT)
Selasa, 27 Maret 2012
Senin, 20 Februari 2012
RENCANA TUHAN UNTUK MANUSIA LEBIH BAIK DARI RENCAN MANUSIA ITU SENDIRI
Sebuah percakapan.
Aku: Tuhan, bolehkah aku bertanya sesuatu?
Tuhan: Tentu. Aku: Tapi janji, Engkau tidak marah. Tuhan: Ya, janji.
Aku: Kenapa kau mengizinkan banyak 'hal' terjadi padaku di hari ini?
Tuhan: Maksudnya? Aku: Aku bangun terlambat. Tuhan: Ya.
Aku: Mobilku membutuhkan waktu yang lama untuk menyala.
Tuhan: Oke.
Aku: Roti burger yang ku pesan dibuat tidak seperti pesanan ku, sehingga aku malas memakannya.
Tuhan: Hmm.
Aku: Dijalan pulang, hp ku tiba-tiba mati saat aku berbicara mengenai bisnis besar.
Tuhan: Benar.
Aku: Dan pada akhir, saat aku sampai rumah, aku hanya ingin sedikit bersantai dengan mesin pijat refleksi yang baru aku beli. Tapi itu tidak nyala! Tidak ada yang berjalan benar pada hari ini.
Tuhan: Biar Aku perjelas, ada malaikat kematian pagi tadi, dan Aku mengirimkan malaikat Ku untuk berperang melawannya supaya tidak ada yang hal buruk terjadi pada mu. Aku membiarkan mu tidur disaat itu.
Aku: Oh, tapi,
Tuhan: Aku tidak membiarkan mobil mu menyala tepat waktu karena ada pengemudi yang mabuk lewat depan jalan dan akan menabrak mu.
Aku: (merunduk)
Tuhan: Salah satu pembuat burger mu hari ini sedang sakit, Aku tidak ingin kamu tertular makanya Aku membuatnya salah bekerja.
Aku: (malu)
Tuhan: Hp mu Aku buat mati karena mereka sebenarnya pemipu, Aku tidak mungkin membiarkan kamu tertipu. Dan lagipula akan mengacaukan konsentrasi mu dlam mengemudi bila ada yang menghubungi mu kalau hp mu menyala.
Aku: (mata berkaca-kaca) aku mengerti Tuhan.
Tuhan: Oh soal mesin pijat refleksi, Aku tau kamu belum sempat membeli listrik, bila mesin itu dinyalakan maka itu mengambil banyak listrik mu, Aku yakin kamu tidak ingin berada dalam kegelapan.
Aku: (menangis) maafkan aku Tuhan.
Tuhan: Tidak apa, tidak perlu meminta maaf. Belajarlah untuk percaya Aku. Rencana KU pada mu lebih baik dari rencana mu sendiri.
Aku: Aku akan percaya pada Mu, dan biarkan aku untuk berterima kasih atas semuanya.
Tuhan: Sama-sama. Aku akan selalu bersama mu
--------------------------------- TUHAN YESUS MEMBERKATI---------------------------
Aku: Tuhan, bolehkah aku bertanya sesuatu?
Tuhan: Tentu. Aku: Tapi janji, Engkau tidak marah. Tuhan: Ya, janji.
Aku: Kenapa kau mengizinkan banyak 'hal' terjadi padaku di hari ini?
Tuhan: Maksudnya? Aku: Aku bangun terlambat. Tuhan: Ya.
Aku: Mobilku membutuhkan waktu yang lama untuk menyala.
Tuhan: Oke.
Aku: Roti burger yang ku pesan dibuat tidak seperti pesanan ku, sehingga aku malas memakannya.
Tuhan: Hmm.
Aku: Dijalan pulang, hp ku tiba-tiba mati saat aku berbicara mengenai bisnis besar.
Tuhan: Benar.
Aku: Dan pada akhir, saat aku sampai rumah, aku hanya ingin sedikit bersantai dengan mesin pijat refleksi yang baru aku beli. Tapi itu tidak nyala! Tidak ada yang berjalan benar pada hari ini.
Tuhan: Biar Aku perjelas, ada malaikat kematian pagi tadi, dan Aku mengirimkan malaikat Ku untuk berperang melawannya supaya tidak ada yang hal buruk terjadi pada mu. Aku membiarkan mu tidur disaat itu.
Aku: Oh, tapi,
Tuhan: Aku tidak membiarkan mobil mu menyala tepat waktu karena ada pengemudi yang mabuk lewat depan jalan dan akan menabrak mu.
Aku: (merunduk)
Tuhan: Salah satu pembuat burger mu hari ini sedang sakit, Aku tidak ingin kamu tertular makanya Aku membuatnya salah bekerja.
Aku: (malu)
Tuhan: Hp mu Aku buat mati karena mereka sebenarnya pemipu, Aku tidak mungkin membiarkan kamu tertipu. Dan lagipula akan mengacaukan konsentrasi mu dlam mengemudi bila ada yang menghubungi mu kalau hp mu menyala.
Aku: (mata berkaca-kaca) aku mengerti Tuhan.
Tuhan: Oh soal mesin pijat refleksi, Aku tau kamu belum sempat membeli listrik, bila mesin itu dinyalakan maka itu mengambil banyak listrik mu, Aku yakin kamu tidak ingin berada dalam kegelapan.
Aku: (menangis) maafkan aku Tuhan.
Tuhan: Tidak apa, tidak perlu meminta maaf. Belajarlah untuk percaya Aku. Rencana KU pada mu lebih baik dari rencana mu sendiri.
Aku: Aku akan percaya pada Mu, dan biarkan aku untuk berterima kasih atas semuanya.
Tuhan: Sama-sama. Aku akan selalu bersama mu
--------------------------------- TUHAN YESUS MEMBERKATI---------------------------
Minggu, 04 Desember 2011
KAMU ADALAH PENENTU ATAS DIRI MU.
Mengapa aku harus mengizinkan dia menentukan cara ku dalam bertindak?
Dua orang ibu muda nan kaya (namora jong ) memasuki sebuah toko pakaian seragam dan hendak memilihkan serta membeli baju seragam sekolah untuk anak-anak mereka.
Diluar dugaan mereka, ternyata pemilik toko tersebut sedang dalam kondisi BAD MOOD (hurang tabo perasaan na) sehingga kedatangan mereka tidak disambut atau tidak dilayani dengan baik. Terlihat wajah si pemilik toko cemberut, buruk dan terkesan tidak sopan (Amang tahe ngeri nai, molo au songoni nunga hu sursari sude tokko nai).
Secara refleks (songon na somal ), ibu pertama kelihatan jengkel menerima layanan yang buruk seperti itu, "kurang ajar banget ni orang, baru punya toko seperti ini dah sok banget" gumamnya dalam hati.
Namun yang mengherankan, ibu ke dua ( inatta on boru hombing do on ) tetap kelihatan enjoy, bahkan bersikap sopan kepada si pemilik toko tersebut. ( Si jeram gitu loh.....)
Ibu pertama bertanya : "Kenapa sih jeng masih bersikap demikian sopan pada penjual yang menyebalkan itu?"
Lantas ibu kedua menjawab : Aduh jeng... " Mengapa juga aku harus mengizinkan dia (nappunasa tokko) menentukan cara ku dalam bertindak, secara gitu loh, yang nentukan hidup kitakan kita sendiri jeng bukan orang lain". ( toho mai boru hombing... hehehehe..)
"tapi ia melayani dengan buruk sekali" bantah ibu pertama.
"Itu masalah dia, kalu dia mau bad mood, tidak sopan, melayani dengan buruk, dll, toh tidak ada kaitannya dengan kita kan jeng.
Kalau sampai kita terpengaruh, berarti kita membiarkan dia mengatur dan menentukan hidup kita. Padahal kan kitalah yang bertanggung jawab atas diri kita," Jelas Boru Hombing.
Catatan dan Sipaingot :
Tindakan kita kerap dipengaruhi oleh tindakan orang lain kepada kita. Kalau orang melakukan hal buruk, kita akan membalasnya dengan lebih buruk lagi, demikian sebaliknya. ( Molo jukkat ho, unjukkatan dope au. alai molo burju ho, unburjuan dope au )
Kalau orang tidak sopan, kita akan lebih tidak sopan lagi. Kalau orang lain pelit terhadap kita, kita yang semula pemurah tibas-tiba jadinya sedemikian pelit kalau harus berurusan dengan orang tersebut.
Ini berarti tindakan kita dipengaruhi oleh tindakan orang lain.
Molo ni rimang-rimangi (kalau direnungkan), sebenarnya betapa tidak arifnya tindakan kita tersebut.
Mengapa untuk berbuat baik saja harus menunggu diperlakukan dengan baik oleh orang lain dulu?
Alusi be ma di roha na!
Jagalah suasana hati sendiri, jangan biarkan sikap buruk orang lain menetukan cara kita bertindak. Kitalah sang penentu kita yang sesungguhya!
cause WE ARE ACTOR, not REACTOR.
Horas...Horas....Horas...!!!
Dua orang ibu muda nan kaya (namora jong ) memasuki sebuah toko pakaian seragam dan hendak memilihkan serta membeli baju seragam sekolah untuk anak-anak mereka.
Diluar dugaan mereka, ternyata pemilik toko tersebut sedang dalam kondisi BAD MOOD (hurang tabo perasaan na) sehingga kedatangan mereka tidak disambut atau tidak dilayani dengan baik. Terlihat wajah si pemilik toko cemberut, buruk dan terkesan tidak sopan (Amang tahe ngeri nai, molo au songoni nunga hu sursari sude tokko nai).
Secara refleks (songon na somal ), ibu pertama kelihatan jengkel menerima layanan yang buruk seperti itu, "kurang ajar banget ni orang, baru punya toko seperti ini dah sok banget" gumamnya dalam hati.
Namun yang mengherankan, ibu ke dua ( inatta on boru hombing do on ) tetap kelihatan enjoy, bahkan bersikap sopan kepada si pemilik toko tersebut. ( Si jeram gitu loh.....)
Ibu pertama bertanya : "Kenapa sih jeng masih bersikap demikian sopan pada penjual yang menyebalkan itu?"
Lantas ibu kedua menjawab : Aduh jeng... " Mengapa juga aku harus mengizinkan dia (nappunasa tokko) menentukan cara ku dalam bertindak, secara gitu loh, yang nentukan hidup kitakan kita sendiri jeng bukan orang lain". ( toho mai boru hombing... hehehehe..)
"tapi ia melayani dengan buruk sekali" bantah ibu pertama.
"Itu masalah dia, kalu dia mau bad mood, tidak sopan, melayani dengan buruk, dll, toh tidak ada kaitannya dengan kita kan jeng.
Kalau sampai kita terpengaruh, berarti kita membiarkan dia mengatur dan menentukan hidup kita. Padahal kan kitalah yang bertanggung jawab atas diri kita," Jelas Boru Hombing.
Catatan dan Sipaingot :
Tindakan kita kerap dipengaruhi oleh tindakan orang lain kepada kita. Kalau orang melakukan hal buruk, kita akan membalasnya dengan lebih buruk lagi, demikian sebaliknya. ( Molo jukkat ho, unjukkatan dope au. alai molo burju ho, unburjuan dope au )
Kalau orang tidak sopan, kita akan lebih tidak sopan lagi. Kalau orang lain pelit terhadap kita, kita yang semula pemurah tibas-tiba jadinya sedemikian pelit kalau harus berurusan dengan orang tersebut.
Ini berarti tindakan kita dipengaruhi oleh tindakan orang lain.
Molo ni rimang-rimangi (kalau direnungkan), sebenarnya betapa tidak arifnya tindakan kita tersebut.
Mengapa untuk berbuat baik saja harus menunggu diperlakukan dengan baik oleh orang lain dulu?
Alusi be ma di roha na!
Jagalah suasana hati sendiri, jangan biarkan sikap buruk orang lain menetukan cara kita bertindak. Kitalah sang penentu kita yang sesungguhya!
cause WE ARE ACTOR, not REACTOR.
Horas...Horas....Horas...!!!
Langganan:
Postingan (Atom)